Article
5 cara mengatasi rasa curiga antar divisi:
11 Mar 2026
11 Mar 2026
1. Bangun Komunikasi Terbuka
Dorong setiap divisi untuk berbicara langsung, bukan lewat asumsi.
Adakan regular meeting lintas divisi untuk klarifikasi isu dan update pekerjaan.
Gunakan format komunikasi yang transparan (notulen, grup bersama, dashboard kerja).
Tujuan: Menghindari kesalahpahaman karena informasi setengah matang.
2. Perjelas Peran dan Batas Tanggung Jawab
Pastikan setiap divisi tahu tugas dan batas kewenangannya.
Buat RACI matrix (Responsible, Accountable, Consulted, Informed) agar tidak tumpang tindih.
Tujuan: Mencegah saling curiga karena merasa wilayah kerja “dilanggar”.
3. Fokus pada Tujuan Bersama
Tegaskan bahwa semua divisi punya target yang saling mendukung.
Gunakan indikator kinerja yang terhubung antar divisi (cross-functional KPI).
Rayakan keberhasilan tim lintas divisi, bukan hanya per divisi.
Tujuan: Menggeser fokus dari “kami vs mereka” menjadi “kita satu tim.”
4. Bangun Kepercayaan lewat Kolaborasi Kecil
Mulai dari proyek bersama yang sederhana dan berisiko rendah.
Bentuk tim gabungan kecil untuk menyelesaikan masalah tertentu.
Dari keberhasilan kecil, tumbuhkan rasa saling percaya.
Tujuan: Kepercayaan dibangun lewat pengalaman kerja nyata, bukan kata-kata.
5. Tumbuhkan Budaya Apresiasi dan Empati
Biasakan memberi apresiasi pada kontribusi divisi lain.
Dorong pemahaman bahwa setiap divisi punya tekanan dan tantangan sendiri.
Gunakan sesi sharing atau appreciation day antar divisi.
Tujuan: Mengurangi prasangka, menumbuhkan saling pengertian.
"Rasa curiga antar divisi hilang ketika komunikasi jujur, peran jelas, tujuan disatukan, kolaborasi dibangun, dan empati dipelihara."