Article
5 Cara Unik Menilai Kandidat yang Punya Growth Mindset
13 Mar 2026
13 Mar 2026
1. Tanyakan kegagalan yang paling membanggakan.
“Pernahkah kamu merasa bangga terhadap kegagalanmu?”
Kandidat dengan growth mindset akan menjawab dengan refleksi dan pelajaran, bukan penyesalan.
Bonus twist: Minta dia beri “judul film” untuk kegagalannya itu — dari sini terlihat caranya menafsirkan pengalaman.
2. Beri studi kasus yang tidak lengkap.
Data sengaja tidak sempurna. Instruksi tidak jelas.
Lihat apakah dia mencari kejelasan, bertanya, atau malah diam bingung.
Growth mindset selalu mencari arah di tengah kabut, bukan menunggu terang dulu baru melangkah.
3. Minta dia mengajari sesuatu dalam 3 menit.
Bisa topik apa saja — cara membuat kopi, atau prinsip leadership favoritnya.
Yang punya growth mindset fokus membuat orang lain paham, bukan pamer pintar.
Mereka fleksibel, kreatif, dan punya empati belajar.
4. Ajukan pertanyaan imajinatif.
“Kalau kamu bisa restart kariermu dari awal dengan membawa semua pelajaranmu sekarang, apa yang akan kamu ubah?”
Jawaban eksploratif dan reflektif = tanda pikiran yang tumbuh.
Jawaban penuh penyesalan = tanda pikiran yang terjebak.
5. Lihat reaksinya terhadap feedback langsung.
Berikan koreksi ringan saat wawancara.
Apakah dia terbuka dan ingin memahami — atau defensif dan menghindar?
Cara seseorang menanggapi feedback sering lebih jujur daripada CV-nya.